Underground Fairy
Malam yang sunyi ditambah lagi hujan yang amat deras membuatku semakin lapar.Segera kulangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil makanan.Aku duduk dipinggir pojok ruang tamu.
Mataku membelalak menatap jam dinding besar itu.Jarum jam menunjuk ke arah angka satu.Aku semakin kaget,mencoba menoleh ke kanan kiri dan belakang.Keadaan sepi sekali.Aku mencoba mengontrol nafasku yang hampir kehabisan.Dikala itu aku tinggal sendiri di rumah. Mama sedang pergi kerumah paman ingin membesuk paman yang sedang sakit di jakarta.Ditambah lagi aku belum bersahabat dengan rumah ini.Aku dan mama masih lima hari tinggal dirumah ini.Suasana dirumah ini sangat seram sehingga bulu kudukku berdiri.Segera ku berlari menuju kamar. Dan menutup pintu dengan serapat mungkin.Ku gapai selimut tebal yang terkulai di atas ranjangku.Kubalut hingga menutupi seluruh tubuhku termasuk kepalaku.Degup jantungku semakin kencang berdetak.Deru nafasku kini tidak teratur lgi.
Mama cepat pulang."Desakku dalam hati
Kedua tanganku masih tergulung didada ku.
Tiba-tiba aku gak sengaja mendengar siulan seseorang.
Siapa disana."Kata ku dengan ragu.Aku mencoba mencari asal siulan itu
Apa itu mama????
Tapi rasanya gak mungkin mama.Secara mama gak tau menghasilkan suara siulan.
Siapa disana????Tanyaku sekali lagi
Lagi -lagi gak ada jawaban.
Ku coba sekilat mungkin menutup telinga menggunakan kedua tanganku tapi hasilnya nihil.Suara itu semakin mendengung di telingaku.
Jantungku rasanya ingin lepas dari tubuhku saking takutnya.
Aku memcoba memberanikan diriku mencari asal suara itu.
Aku menoleh kebawah ranjangku tapi gak ada siapapun disana.Mataku melotot ke arah benda besar itu.Aku menuju lemari besar yang tepat berada di pojok kamarku.
Saat membuka lemari aku sama sekali tidak melihat apapun selain pakaian ku yang tergantung rapi.
Dengan tidak sadar, aku menginjak sesuatu.Segera ku menoleh ke arah bawah kakiku.
Kucoba memeriksanya diiringi rasa takut.Dengan perlahan ku buka karpet yang menutupi seluruh lantai kamarku.
Betapa kagetnya aku melihat sebuah besi berbentuk lingkaran yang berukuran besar.
Ada apa didalam sana"Cetusku dengan banyak pertanyaan.
Segera ku buka besi itu.Ternyata ada ruangan bawah tanah tepat dibawah kamarku.Dengan perlahan aku mengambil langkah ke anak tangga dan turun ke bawah.
Suara itu memang semakin mendengung dan makin jelas ditelingaku.Diruangan ini sangat gelap dan pengap.Aku masih merasa ketakutan.Tapi aku harus bisa menghilangkan rasa takutku dengan memikirkan hal-hal positif.
Tenang Nisa.Semua akan baik-baik aja."Purauku menenangkan
Aku mengambil ponselku dari saku piyamaku
Segeraku nyalakan senternya.Aku menatap ruangan ini dengan seksama.Ruangan ini dipenuhi benang laba-laba yang menambah suasana seram.Walaupun ruangan ini sangat luas tapi tidak ada barang apapun didalam.
Kali kan gue dapat harta karun didalam .Hehehe,udah bencanda nya nisa
Tiba-tiba siulan itu tak ada lagi.Menghilang begitu saja.Membuatku semakin bingung dan apa yang akan kulakukan sekarang.
Kedua kakiku bergetar kencang. Ntah apa yang ku pikirkan sekang.
Mataku membelalak kesegala arah.Tapi ada sesuatu disana yang membuatku tak berhenti menatap.Dipojok ruangan itu ada sebuah pintu yang berukuran besar.Ruangan apalagi yang ada dibalik sana."Rintihku dalam hati.
Kulangkahkan kakiku dengan pasti menuju pintu itu. Saat tanganku menyentuh pintu,gak sengaja aku melihat tulisan tepar ditengah pintu yang bertuliskan FAIRY.
Kenapa dengan fairy??? ucapku seraya mengernyitkan kening.
Di pikiranku di penuhi banyak pertanyaan.
Kuberanikan diriku mendorong pintu itu.Betapa kagetnya aku.Mataku membelalak menatap sosok pria yang menggunakan jubah hijau disertai topi merah duduk di api unggun.
Aku menelan ludahku keras.Seluruh tubuhku bergetae melihat pria itu.
Siapa pria itu???Apakah dia makhluk halus.
Pertanyaan itu sungguh memenuhi otakku.
Tiba-tiba pria itu menoleh ke arahku.Dia memiliki mata sayu.Kedua telinganya sangat panjang dan merah merona menghiasi seluruh sudut bibirnya.
Matanya menatapku tajam, aku semakin takut.Sosok pria itu berjalan tergopoh-gopoh menghampiriku.Aku segera berlari menutup pintu dan mengambil seribu langkah menaiki anak tangga.Segera ku tutup besi lingkaran itu menuju ranjangku.Keringat dingin kini keluar dari tiap titik poriku dan memenuhi seluruh tubuhku.
Aku berusaha untuk mengalahkan rasa takutku tapi nyatanya semakin membuatku hilang akal.
Ditambah lagi ada yang menggedor keras pintu kamarku.Siapa lagu yang menngedor pintu padahal dirumah ini hanya ada aku seorang.sedangkan mama sedang pergi ke rumah paman.Gedoran itu semakin membuatku ketakutan.Suara gedorannya semakin keras diiringi suara mama yang memanggilku dari balik pintu.
Nisa.....
Nisa buka pintu nya nak.Ucap mama memecahkan keheningan
Huh...... rupanya itu mama.Kini hatiku sedikit lega mendengar suara mama.
Eitzz itu mama atau bukan sih.Aku ragu
Apakah itu mama atau ada yang menjelma sebagai mama.Ahhhh ngawur kamu nis.ucap ku dalam hati.
Kakiku kulangkan dengan penuh keraguan
Segeraku menyentuh gagang pintu mencoba membuka pintu sambil gemetar.
Huh ternyata itu mama.
Kok lama buka pintunya."Tanya mama sembari mengelus lembut rambutku.
Hmm ta-tadi aku ketiduran ma.Jawabku bohong
Trus pintu rumah kok gak dikunci??? Tanya mama menambah pertanyaan konyolnya.
Idih si mama. Mama kan juga sering gak kunci rumah.Balasku meledek mama
Hehe iya putri mama tau aja.
Walau pun mama cerewet tapi aku tau di hati mama banyak banget baiknya.
Yaudah lain kali jangan lupa ya ngunci pintu depan.
Okk siap mama.Mama juga yah."Ucap nisa tersenyum lebar ke mama.
Mama udah lelah banget rasanya
Badan mama udah pegal-pegal.Lirih mama menunjuk ke bahunya.
Ma ???Aku malam ini mau tidur bareng mama ya."Pintaku sedikit cemas
Pasti mama gak ngizinin."cetusku dalam hati.
Hmmm putri kesayangan mama.
Okkk."Balas mama sambil mengangguk.Makasih ya ma.
Malam yang sunyi ditambah lagi hujan yang amat deras membuatku semakin lapar.Segera kulangkahkan kakiku menuju dapur untuk mengambil makanan.Aku duduk dipinggir pojok ruang tamu.
Mataku membelalak menatap jam dinding besar itu.Jarum jam menunjuk ke arah angka satu.Aku semakin kaget,mencoba menoleh ke kanan kiri dan belakang.Keadaan sepi sekali.Aku mencoba mengontrol nafasku yang hampir kehabisan.Dikala itu aku tinggal sendiri di rumah. Mama sedang pergi kerumah paman ingin membesuk paman yang sedang sakit di jakarta.Ditambah lagi aku belum bersahabat dengan rumah ini.Aku dan mama masih lima hari tinggal dirumah ini.Suasana dirumah ini sangat seram sehingga bulu kudukku berdiri.Segera ku berlari menuju kamar. Dan menutup pintu dengan serapat mungkin.Ku gapai selimut tebal yang terkulai di atas ranjangku.Kubalut hingga menutupi seluruh tubuhku termasuk kepalaku.Degup jantungku semakin kencang berdetak.Deru nafasku kini tidak teratur lgi.
Mama cepat pulang."Desakku dalam hati
Kedua tanganku masih tergulung didada ku.
Tiba-tiba aku gak sengaja mendengar siulan seseorang.
Siapa disana."Kata ku dengan ragu.Aku mencoba mencari asal siulan itu
Apa itu mama????
Tapi rasanya gak mungkin mama.Secara mama gak tau menghasilkan suara siulan.
Siapa disana????Tanyaku sekali lagi
Lagi -lagi gak ada jawaban.
Ku coba sekilat mungkin menutup telinga menggunakan kedua tanganku tapi hasilnya nihil.Suara itu semakin mendengung di telingaku.
Jantungku rasanya ingin lepas dari tubuhku saking takutnya.
Aku memcoba memberanikan diriku mencari asal suara itu.
Aku menoleh kebawah ranjangku tapi gak ada siapapun disana.Mataku melotot ke arah benda besar itu.Aku menuju lemari besar yang tepat berada di pojok kamarku.
Saat membuka lemari aku sama sekali tidak melihat apapun selain pakaian ku yang tergantung rapi.
Dengan tidak sadar, aku menginjak sesuatu.Segera ku menoleh ke arah bawah kakiku.
Kucoba memeriksanya diiringi rasa takut.Dengan perlahan ku buka karpet yang menutupi seluruh lantai kamarku.
Betapa kagetnya aku melihat sebuah besi berbentuk lingkaran yang berukuran besar.
Ada apa didalam sana"Cetusku dengan banyak pertanyaan.
Segera ku buka besi itu.Ternyata ada ruangan bawah tanah tepat dibawah kamarku.Dengan perlahan aku mengambil langkah ke anak tangga dan turun ke bawah.
Suara itu memang semakin mendengung dan makin jelas ditelingaku.Diruangan ini sangat gelap dan pengap.Aku masih merasa ketakutan.Tapi aku harus bisa menghilangkan rasa takutku dengan memikirkan hal-hal positif.
Tenang Nisa.Semua akan baik-baik aja."Purauku menenangkan
Aku mengambil ponselku dari saku piyamaku
Segeraku nyalakan senternya.Aku menatap ruangan ini dengan seksama.Ruangan ini dipenuhi benang laba-laba yang menambah suasana seram.Walaupun ruangan ini sangat luas tapi tidak ada barang apapun didalam.
Kali kan gue dapat harta karun didalam .Hehehe,udah bencanda nya nisa
Tiba-tiba siulan itu tak ada lagi.Menghilang begitu saja.Membuatku semakin bingung dan apa yang akan kulakukan sekarang.
Kedua kakiku bergetar kencang. Ntah apa yang ku pikirkan sekang.
Mataku membelalak kesegala arah.Tapi ada sesuatu disana yang membuatku tak berhenti menatap.Dipojok ruangan itu ada sebuah pintu yang berukuran besar.Ruangan apalagi yang ada dibalik sana."Rintihku dalam hati.
Kulangkahkan kakiku dengan pasti menuju pintu itu. Saat tanganku menyentuh pintu,gak sengaja aku melihat tulisan tepar ditengah pintu yang bertuliskan FAIRY.
Kenapa dengan fairy??? ucapku seraya mengernyitkan kening.
Di pikiranku di penuhi banyak pertanyaan.
Kuberanikan diriku mendorong pintu itu.Betapa kagetnya aku.Mataku membelalak menatap sosok pria yang menggunakan jubah hijau disertai topi merah duduk di api unggun.
Aku menelan ludahku keras.Seluruh tubuhku bergetae melihat pria itu.
Siapa pria itu???Apakah dia makhluk halus.
Pertanyaan itu sungguh memenuhi otakku.
Tiba-tiba pria itu menoleh ke arahku.Dia memiliki mata sayu.Kedua telinganya sangat panjang dan merah merona menghiasi seluruh sudut bibirnya.
Matanya menatapku tajam, aku semakin takut.Sosok pria itu berjalan tergopoh-gopoh menghampiriku.Aku segera berlari menutup pintu dan mengambil seribu langkah menaiki anak tangga.Segera ku tutup besi lingkaran itu menuju ranjangku.Keringat dingin kini keluar dari tiap titik poriku dan memenuhi seluruh tubuhku.
Aku berusaha untuk mengalahkan rasa takutku tapi nyatanya semakin membuatku hilang akal.
Ditambah lagi ada yang menggedor keras pintu kamarku.Siapa lagu yang menngedor pintu padahal dirumah ini hanya ada aku seorang.sedangkan mama sedang pergi ke rumah paman.Gedoran itu semakin membuatku ketakutan.Suara gedorannya semakin keras diiringi suara mama yang memanggilku dari balik pintu.
Nisa.....
Nisa buka pintu nya nak.Ucap mama memecahkan keheningan
Huh...... rupanya itu mama.Kini hatiku sedikit lega mendengar suara mama.
Eitzz itu mama atau bukan sih.Aku ragu
Apakah itu mama atau ada yang menjelma sebagai mama.Ahhhh ngawur kamu nis.ucap ku dalam hati.
Kakiku kulangkan dengan penuh keraguan
Segeraku menyentuh gagang pintu mencoba membuka pintu sambil gemetar.
Huh ternyata itu mama.
Kok lama buka pintunya."Tanya mama sembari mengelus lembut rambutku.
Hmm ta-tadi aku ketiduran ma.Jawabku bohong
Trus pintu rumah kok gak dikunci??? Tanya mama menambah pertanyaan konyolnya.
Idih si mama. Mama kan juga sering gak kunci rumah.Balasku meledek mama
Hehe iya putri mama tau aja.
Walau pun mama cerewet tapi aku tau di hati mama banyak banget baiknya.
Yaudah lain kali jangan lupa ya ngunci pintu depan.
Okk siap mama.Mama juga yah."Ucap nisa tersenyum lebar ke mama.
Mama udah lelah banget rasanya
Badan mama udah pegal-pegal.Lirih mama menunjuk ke bahunya.
Ma ???Aku malam ini mau tidur bareng mama ya."Pintaku sedikit cemas
Pasti mama gak ngizinin."cetusku dalam hati.
Hmmm putri kesayangan mama.
Okkk."Balas mama sambil mengangguk.Makasih ya ma.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar